Kursus Belajar Data Scientist Dengan Mudah

Onetwocode.id adalah tempat data science course tebaik yang berada di daerah Jakarta Barat. Berikut aplikasi yang sangat populer dipakai oleh data scientist untuk mengerjakan tugas-tugasnya menurut informasi yang didapatkan dari Upwork. Upwork adalahsalah satu website freelancer terbesar tingkat internasional yang telah menyerahkan peluang kerja untuk praktisi data science guna project berhubungan analisis data.

  1. Microsoft Excel: Powerful Data Analytics on a Smaller Scale

Microsoft Excel ialah aplikasi pengolah data yang memakai spreadsheet guna manajemen data dan perintah. Tidak dapat dipungkiri, nyaris semua perusahaan memakai Microsoft Excel untuk mengerjakan olah data. Dalam urusan ilmu data, Microsoft Excel berpartisipasi untuk mengerjakan analisis data skala kecil menjadi lebih mudah. Beberapa fitur yang diserahkan seperti tabel pivot, add-ins, team, dan macro ialah fitur yang sangat bermanfaat untuk mengerjakan analisis data. Di samping itu tidak sedikit formula-formula penyokong seperti financial, statistical, dan engineering yang bisa mempermudah mengerjakan perhitungan terhadap data memakai metode-metode tertentu.

  1. SAS (Statistical Analysis System): Data Mining Software Suite

SAS ialah software yang telah dipakai oleh mayoritas negara di dunia untuk mengerjakan analisis statistika dan perencanaan keuangan. Indonesia adalahsalah satu negara yang sudah menjadi pelanggan dan mitra setia dari SAS, terutama Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI. SAS menjadi opsi terbaik untuk mengerjakan analisis big data sebab pengelolaan resource hardware laksana prosesor dan RAM paling efisien. Pada tahun 2015, SAS mendapat  peringkat satu “Magic Quadrant” dalam urusan eksekusi komputasi pemodelan dan data mining. Selain tersebut SAS memiliki kompatibilitas terhadap aplikasi big data yang dapat dibilang lebih muda, laksana Hadoop, Pig dan Hive. Namun, dari sisi harga aplikasi SAS masih menjadi aplikasi termahal di jajaran aplikasi analisis data.

  1. IBM: SPSS Modeler and SPSS Analytics

SPSS ialah software yang populer dikalangan statistikawan untuk mengerjakan analisis data dalam sekian banyak  keperluan. SPSS secara user interface memiliki tampilan yang nyaris sama dengan Microsoft Excel. Selain tersebut kedua aplikasi ini menggunakan mendasar spreadsheet untuk mengerjakan olah data. Namun dalam soal perhitungan statistika aplikasi SPSS jauh mengalahkan Microsoft Excel. Software SPSS Modeler dan SPSS Statistics diakuisisi oleh IBM pada tahun 2009, dan mempunyai pengikut setia salah satu para berpengalaman statistik. Software ini mengintegrasikan Hadoop untuk mengerjakan perhitungan komputasi dengan memakai big data.

  1. MATLAB: Analyzing Data, Developing Algorithms, or Creating Models

Berbeda dengan software-software di atas, MATLAB adalahsoftware sekaligus bahasa pemrograman yang lumayan populer di kalangan engineering. Dari ketiga aplikasi di atas, MATLAB lebih mengalahkan dalam mengerjakan analisis yang memakai perhitungan aljabar linear (Matriks) dan visualisasi grafik dengan sokongan kustomisasi terbaik. Namun, guna dalam pemakaiannya MATLAB tampak rumit guna pemakai diluar disiplin ilmu engineering (teknik), yang telah terbiasa berinteraksi dengan bahasa pemrograman.

Sekian tulisan mengenai 4 aplikasi atau tools populer yang dipakai data scientist guna membantu mengerjakan tugas-tugasnya yang dapat dipakai sebagai sarana belajar data science. Terima kasih.

Untuk data science course hubungi kontak di bawah:

https://onetwocode.id/

082-18 28 38-889

 

Leave a Comment