Inilah 5 Software Editing Video Terbaik

Bingung cari referensi software malaysia Editing Video yang oke? Banyaknya Software Editing Video gratisan yang ditawarkan di internet sampai yang berbayar, mulai dari murah hingga mahal, kadang buat makin galau ya. Apalagi katanya yang mahal belum tentu memastikan kualitasnya yang ciamik. Terus pilih yang mana nih?

 

  1. Lightworks(Windows, Mac and Linux)

Lightworks telah ada di pasaran lebih dari 20 tahun dan satu-satunya aplikasi video maker cuma-cuma multiplatform yang terdapat untuk tiga sistem operasi terbesar (Windows, Mac, Linux). Program ini dianggap “bisa guna semua bentuk yang terdapat di luar sana” tergolong ProRes, Avid DNxHD, AVC-Intra, DVCPRO HD, RED R3D, DPX, AVCHD and HD 422.

Untuk versi free, Lightworks memungkinkan kita bermain-main dengan text/title, editing dengan pertolongan multicam dan mengaplikasikan lebih dari 100 bulit-in preset untuk menciptakan video Anda kian kece.

Namun kelebihannya bukan sebab menyediakan visual effect wow, melainkan sebab adanya fitur superior trimming yang didesain simpel, presisi, dan cepat. Nggak heran bila Lightworks kesudahannya jadi langganan rumah buatan film Hollywood laksana “The Wolf of Wall Street” dan “The King’s Speech” yang telah terbukti award winning.

 

  1. VSDC(Windows)

VSDC telah 6 tahun berkeliaran dan dinyatakan layak mendapat reputasi sebagai aplikasi video maker all-in-one sebab fiturnya yang bejibun. Keunggulan utamanya ialah kompabilitas full bentuk dan tidak memberi batas opsi export, tidak laksana software editing lainnya.

Jadi VSDC dapat membaca semua bentuk video dan memungkinkan kita menyimpan ke segala bentuk pula. Bahkan Anda dapat meng-ekspor project dalam bentuk H.265 codec guna kualitas kompresi yang lebih baik.

Meski desain websitenya jadul, VSDC update kok dengan trend editing video terbaru. Diantara fitur miliknya, kita juga akan menemukan tidak sedikit sekali visual effect, masking tool, Chroma Key dan mode blending.

 

  1. DaVinci Resolve

Untuk hal koreksi warna dan grading, DaVinci Resolve ialah jagonya. Ini ialah pilihan aplikasi editing video sangat tepat bikin Anda yang hendak jadi master di bidang kualitas gambar.

DaVinci Resolve memungkinkan untuk mengerjakan proses editing video secara bersamaan laksana trimming, mengaplikasikan efek transisi atau mengedit audio waveform. Dan dengan sokongan plug-in OpenFX, kita juga dapat set up filter video cocok selera.

Pengguna jatuh hati dengan aplikasi ini sebab koleksi palet warnanya yang ciamik dan tool Shot Match (menyesuaikan warna) otomatis. Bedanya di versi cuma-cuma dan berbayar pun tidak tidak sedikit lho sob!

Untuk yang berbayar menyasar filmmaker profesional sampai-sampai menambahkan fitur noise reduction dan editing stereoscopic 3D.

Namun DaVinci Resolve ini malah dinilai sia-sia andai hanya dipakai untuk mengedit simpel-simpel saja. Jadi pastikan kita memang bener-bener perlu software ini ya daripada nanti pusing memakainya.

 

  1. HitFilm Express

HitFilm sebetulnya ditargetkan sebagai editor video untuk filmmaker indie tetapi akhirnya malah populer di kalangan YouTuber. Karena program ini sesuai untuk berkreasi seluas-luasnya.

HitFilm konsentrasi di visual effects dengan koleksinya mulai dari shake, hujan, darah-darahan, ledakan dan api. Tapi yang menarik dari HitFilm ialah tool menciptakan 2D dan 3D yang kualitasnya setara Adobe After Effects.

HitFilm Express pun mempunyai tools titling standar, grading warna, fitur Chroma Key dan editing audio. Hasilnya kompatibel dengan Quicktime, AVI, MOV, MP4, MPEG-1, MXF, DV, HDV dan WMV.

 

  1. OpenShot

OpenShot menjadi Software Editing Video open source yang mendapat sokongan besar dari komunitas dan tidak jarang diupdate. Bisa dipakai untuk semua bentuk yang didukung oleh Ffmpeg misalnya WebM, AVSHD, HEVC dan codec audio yang populer.

Dilihat sekilas,fitur Openshot tidak terlihat spektakuler dibanding produk sejenis lainnnya. Anda bakal mendapat editor video non-linear dengan trimming, resizing, scalling dan rotasi. Anda pun mendapat sejumlah fitur laksana Chroma Key, efek transisi, editor audio dan tool guna titling.

Lebih jauhnya, label “open source” ialah yang menciptakan OpenShot ini kian spesial. Kamu jadi dapat menyesuaikan sendiri bentuk output berkat adanya Ffmpeg, dan menciptakan kombinasi bitrate, bentuk bahkan codec sendiri lho!

Leave a Comment